Blog Entries
Solid Gold | Rawa Bangke, Jakarta Dikenal Angker Sejak Zaman Belanda
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Dulu di Jakarta ada daerah yg namanya Rawa Bangke.

Guna menghilangkan kesan seram, kini daerah tersebut namanya diubah jadi Rawa Bunga.

Sekarang, secara administratif daerah itu berada di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Berdasarkan beberapa literatur tentang asal-usul Jakarta, kawasan Rawa Bangke ini dikenal sangat menyeramkan.

Daerah ini memiliki banyak cerita kelam saat penjajahan Belanda di Tanah Air.

Setidaknya ada tiga versi tentang asal-usul nama Rawa Bangke ini.

Versi pertama, ketika perseteruan Kerajaan Inggris & Kekaisaran Prancis pada abad ke-18, pemerintahan Hindia Belanda yg saat itu menjajah Indonesia ikut mendukung Prancis.

Karena itu, Pulau Jawa yg sedang dikuasai Belanda dijadikan arena pertempuran Inggris & Prancis.

Pada 4 Agustus 1811 militer Inggris dgn kekuatan 12 ribu serdadu meyerbu pulau Jawa.

Pasukan Inggris mendarat di Cilincing (sekarang Jakarta Utara), kemudian bergerak menyerbu Batavia.

Setelah Belanda & Inggris bertempur selama enam minggu, akhirnya Batavia dikuasi oleh militer Inggris.

Jenderal Besar Prancis, Napoleon Bonaparte tidak terima Inggris menguasai Hindia Belada.

Dia ingin membelas dendam.

Mengantisipasi serangan balasan dari pasukan Napoleon Bonaparte, militer Inggris membangun pertahanan meriam di sepanjang Jalan Matraman hingga Ancol.

Inggris memperkirakan pasukan Prancis datang dari sana.

Ternyata, pasukan Inggris salah memperkirakan.

Tentara Prancis ini masuk dgn cara flanking atau melambung.

Pasukan Napoleon Bonaparte itu datang melalui hutan-hutan & rawa lalu masuk dari arah timur atau Jatinegara.

Kemudian menyergap pertahanan Inggris di kawasan Matraman.

Namun ada versi lain tentang asal usul nama Kampung Rawa Bangke.

Menurut sesepuh Rawa Bunga-- nama baru Rawa bangke--- bernama Haji Hanafi, Kampung Rawa Bangke itu sudah dinamakan sejak zaman Belanda.

Menurut dia, dulu di depan Stasiun Jatinegara masih banyak rawa.

Masa itu bahkan hingga tahun 1970-an,tempatnya angker & tidak ada rumah.

Kalau pun ada, perampok sering menyerang rumah di Cipinang Muara & membunuh orang, mayatnya di buang ke rawa itu.

Kata dia, di kawasan ini sejak zaman Belanda hingga awal Kemerdekaan, ada tempat prostitusi untuk kelas bawah.

Nama Rawa Bangke itu diperkirakan berasal dari bau busuk dari mayat-mayat yg dibuang oleh para perampok (begal).

Para begal ini membuang mayat korbannya untuk menghilangkan jejak.

Waktu zaman Belanda menurut Haji Hanafi, kawasan ini banyak rawa-rawanya & hampir setengah lahannya hutan.

Dulu orang yg lewat ke Rawa Bangke pasti diselimuti rasa takut.

Kendaraan yg banyak lewat zaman itu kebanyakan sepeda.

Dulunya, di dekat Rawa Bangke hanya ada pabrik es.

Kemudian ada versi lain lagi soal penamaan Rawa Bangke ini.

Pada 1740-an terjadi kerusuhan yg namanya 'Geger Pecinan'.

Saat itu bangsa Tionghoa yg ada di Jakarta dibantai oleh Belanda.

Kerusuhan pertama terjadi di sebuah warung Tionghoa di kompleks orang–orang Tionghoa di daerah Kali Besar Oost.

Inilah awal dari kerusuhan di perkampungan Tionghoa.

Orang non Tionghoa dibantu Belanda menyerbu serta menjarah rumah–rumah Orang Tionghoa.

Setiap orang Tionghoa yg di temui dibunuh.

Ketika itu diceritakan, rumah–rumah banyak yg dibakar.

Kemudian darah mengalir di mana–mana, termasuk salah satunya di Rawa Bangke, Meeter Cornelis atau sekarang Jatinegara.

Ketika itu dinamakan Rawa Bangke karena banyaknya bangkai orang Tionghoa yg mengambang di rawa–rawa.

Baca juga Artikel - artikel menarik kami lainnya di :

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

 

RSS

Search

August 2017 (7)
July 2017 (21)
June 2017 (9)
May 2017 (5)
April 2017 (14)
March 2017 (16)
January 2017 (2)
Blog Categories
Recent Comments
No one has commented recently

This website is powered by Spruz