Blog Entries
Solid Gold | Mengapa Israel tak Kunjung Menyerang Iran?
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Tak ada yg menyangsikan kalau Iran & Israel adalah dua musuh bebuyutan.

Kedua negara tak pernah berhenti dari saling mengancam & berperang urat syaraf.

Didapatnya kesepakatan bahwa Iran dengan sejumlah besar syarat ketat, untuk mengembangkan nuklir jelas membuat negara Zionis yg nyaris biadab itu merasa terancam.

Tetapi mengapa Israel tak kunjung berani menyerang Iran, tidak sebagaimana negara itu seenaknya mengacak-acak Mesir, Irak & Suriah, misalnya?

Menurut National Interest, sedikitnya ada lima alasan Israel tidak atau belum melakukan cara-cara tak tahu malunya itu.

Jika Israel akan menyerang fasilitas nuklir Iran, seharusnya sudah dilakukan sejak dulu.

Negara ini sangat reaktif terhadap negara lain pemilik nuklir di sekitarnya.

Sebagai contoh Israel membom fasilitas nuklir Saddam Husein yg hanya terdiri dari sebuah reaktor nuklir saja.

Israel jg menyerang reaktor nuklir tunggal Suriah hanya beberapa bulan setelah ditemukan.

Padahal IAEA justru tidak tahu lokasi nuklir tersebut.

Tetapi sangat kontras dgn apa yg terjadi di Iran.

Fasilitas pengayaan uranium Natanz & reaktor di Arak sudah diketahui sejak 2002.

Selama lebih dari satu dekade sekarang, Tel Aviv telah menyaksikan program ini terus berkembang menjadi dua fasilitas nuklir beroperasi penuh, yg awalnya hanya reaktor penelitian nuklir.

Selain itu, keengganan Amerika untuk memulai serangan terhadap Iran menjadi pertimbangan penting Israel sehingga memaksa negara ini memilih untuk standby sampai menit terakhir ketika menghadapi apa yg dilihat sbg ancaman.

Serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir Iran diyakini justru akan menjadikan semangat & niat Iran memiliki bom nuklir semakin tinggi.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bisa menggunakan serangan itu untuk membenarkan bahwa mereka memang harus memiliki senjata nuklir untuk membela diri.

Serangan Israel jg akan memberikan rezim Iran menarik diri dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) & mengusir pengawas  internasional.

Ini tentu saja akan mempersulit Israel sendiri untuk memantau nuklir Iran.

Selain itu dukungan internasional pun pasti akan berkurang ke Israel jika mereka menyerang Iran & memberikan lebih banyak sumber daya yg dapat digunakan untuk membangun kembali fasilitas nuklirnya.

Serangan itu akan memberikan keuntungan kepada Iran, sebaliknya memberi kerugian besar kepada Tel Aviv.

Iran bisa menggunakan serangan itu untuk mendapatkan kembali popularitasnya di dunia Arab & meningkatkan tekanan terhadap penguasa Arab.

Di sisi lain Israel justru akan terdorong di posisi sulit.

Apalagi jika Iran menanggapinya dgn menyerang asset AS.

Itu tentu akan melukai hubungan Israel dgn Amerika Serikat, baik di tingkat elite maupun massa.

Publik Amerika telah lelah dgn perang yg dilakukan oleh negaranya di Timur Tengah.

Amerika pun akan mendapatkan antipati sekutunya.

Yang lebih penting, Israel yg selama ini menikmati kerja sama dgn negara-negara Arab Sunni dlm hubungan buruk mereka dgn Iran, akan menguap dlm semalam.

Boleh jadi banyak elit politik di negara-negara Arab suni itu diam-diam mendukung tindakan Israel, mereka tak mungkin menyatakan hal itu secara terbuka.

Meskipun Netanyahu mungkin siap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, ia akan menghadapi banyak tentangan.

Tampaknya tidak mungkin ia memetik dukungan yg cukup dari elit untuk melakukan serangan tersebut.

Israel memiliki prosedur kelembagaan yg kuat dlm menggunakan kekuatan militer.

Itu pernah dinyatakan Wakil Perdana Menteri & Menteri Pertahanan Moshe Yaalon, tahun lalu.

“Di Israel, setiap operasi militer, setiap tindakan militer, harus melalui persetujuan cabinet, yg dlm kasus-kasus tertentu, harus penuh. Keputusan tidak dibuat oleh dua orang, atau tiga, atau bahkan hanya delapan orang.”

Netanyahu tidak memiliki dukungan dari banyak petinggi militer terhormat.

Banyak mantan intelijen & pejabat tinggi militer telah berbicara secara terbuka menentang kebijakan garis keras Iran Netanyahu.

Setidaknya ada di antara mereka yg menyangsikan apakah Iran benar-benar menghendaki senjata nuklir?

Akhirnya, Israel tidak akan menyerang Iran karena pada akhirnya berharap AS & Iran akan mencapai kesepakatan.

Salah satu kesepakatan adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Israel jg akan mendapatkan sejumlah manfaat, langsung atau pun tak langsung dari  hubungan AS-Iran.

Tel Aviv mendapat manfaat langsung dari kesepakatan nuklir AS-Iran, lewat kemungkinan pemulihan hubungan.

Karena salah satu dari perjanjian itu akan memicu kepanikan di beberapa ibukota negara-negara Arab Sunni.

Itu member Israel ruang untuk bernapas.

Baca juga Artikel - artikel menarik kami lainnya di :

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

 

RSS

Blog Categories
Recent Comments
No one has commented recently

This website is powered by Spruz