Blog Entries
Goa Seplawan, Tempat Wisata Sakral di Kabupaten Purworejo | Solid Gold Berjangka
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah memiliki banyak potensi wisata alam.

Salah satunya adalah Gua Seplawan.

Lokasinya ada di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing.

Tempat wisata ini jaraknya sekitar 20 kilometer ke arah timur dari pusat kota Purworejo.

Gua ini berada di ketinggian 700 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Gua Seplawan ini disebut-sebut dlm Prasasti Kayu Arahiwang.

Dalam prasasti itu dgn jelas disebutkan bahwa salah satu tempat yg harus dijaga karena kesuciannya adalah Goa Seplawan.

Hal itu memang benar, pada 28 Agustus 1979, di dlm salah satu lorong gua ditemukan sebuah arca sepasang Dewa Syiwa & Dewi Parawati yg terbuat dari emas murni.

Beratnya 1,5 kilogram.

Sekarang arca tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta.

Sebagai gantinya pemerintah membuatkan replika patung itu tepat di depan mulut gua.

Tujuannya adalah untuk mengingatkan kepada para pengunjung bahwa goa ini pada dasarnya adalah tempat suci yg disakralkan oleh masyarakat pada zaman dulu.

Ketika ditemukannya arca dewa dewi tersebut, keberadaan Gua Seplawan ini menjadi semakin terkenal.

Sepasang patung tersebut, menunjukkan kalau Gua Seplawan sebelumnya dijadikan sbg tempat pemujaan.

Selain sakral, gua ini jg memiliki keindahan yg sangat luar biasa.

Hamparan stalaktit atau pembentukan batuan di dlm gua secara vertikal dari bawah ke atas.

Kemudian stalagmit atau pembentukan batuan di dlm gua secara vertikal dari bawah ke atas.

Gemericik air yg menetes dari bebatuan penyusun goa mampu menenangkan hati siapapun yg masuk ke dalamnya.

Gua ini memiliki panjang lebih dari 700 meter dgn cabang-cabang gua sekitar 150 sampai 300 meter & berdiameter 15 meter.

Untuk masuk ke dlm gua, pengunjung harus menyusuri anak tangga menurun yg cukup melelahkan.

Tetapi rasa lelah itu akan segera hilang begitu mulai memasuki mulut goa.

Sebab dari mulut gua itu saja keindahan ukiran batu di dlm gua sudah terlihat jelas.

Sehingga tidak heran apabila pengunjung akan betah berlama-lama tinggal di dlm gua tersebut.

Terkadang ada orang yg sengaja masuk & tinggal selama beberapa hari di dlm goa untuk melakukan ritual.

Hal tersebut bisa diketahui dari aroma minyak wangi & hio swa (semacam lidi dibakar) yg menyeruak dari salah satu ruangan di dlm gua tersebut.

Salah satu ruangan gua itu, kerap dipakai untuk menggelar ritual.

Ritual di dlm goa itu sebenarnya adalah rangkaian dari ritual yg biasa dilakukan di Candi Gondoarum yg berada tidak jauh dari Goa Seplawan.

Baca Juga : Cerita Mistis Senjata Pusaka Presiden Soekarno | Solid Gold Berjangka

Candi Gondoarum sendiri saat ini nyaris tidak berbentuk lagi.

Yang tersisa hanyalah bekas-bekas pondasi dasar candi, yg sepintas terlihat mirip batu biasa yg berserakan.

Hanya saja yg membedakan adalah, adanya beberapa guratan ukiran pada beberapa sisi batu yg bila dirangkai bisa saling berhubungan.

Candi ini diduga lebih tua dari pada Candi Borobudur.

Dan disebut Gondoarum karena waktu lingga yoninya diangkat, keluar semerbak bau harum.

Sehingga sampai sekarang tidak ada orang yg berani berbuat jelek di tempat tersebut.

Letak lingga yoni itu sendiri tepat di samping candi, & sekarang telah dibuatkan satu cungkup sederhana untuk melindunginya.

Sebenarnya pihak museum berniat mengamankan benda itu.

Tetapi tidak bisa dipindahkan, sehingga sampai sekarang batu yg merupakan simbol penyatuan kehidupan tersebut tetap dibiarkan di tempat semula.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Tradisi Tiban, Kesenian Cambuk-mencambuk Agar Turun Hujan | Solid Gold Berjangka
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Kesenian Tiban merupakan salah satu budaya yg berkembang di sejumlah daerah di Jawa Timur, khususnya Malang, Blitar, Trenggalek, Kediri, & Ponorogo.

Hingga saat ini, tidak ada yg tahu sejak kapan tepatnya Tiban itu ada, tetapi diperkirakan berasal dari daerah Wajak, Kabupaten Tulungagung.

Tiban adalah sebuah perunjukan dua orang yg saling cambuk.

Cambuk yg digunakan terbuat dari lidi aren yg dipintal.

Inti dari Tiban yaitu untuk melatih keberanian & kekebalan tubuh, tetapi pada umumnya, masyarakat percaya permainan itu sbg upacara meminta hujan.

Biasanya permainan itu dilaksanakan pada musim kering, di mana petani-petani sangat mengharapkan adanya hujan.

Maka dari itu, para petani memberi nama Tiban yg berasal dari kata 'tiba', artinya jatuh.

Dengan digelarnya Tiban, diharapkan 'jatuh hujan' pada musim kemarau.

Kepercayaan semacam itu tidak terlepas dari unsur dinamisme-animisme yg memang pernah dianut nenek moyang di Tanah Air.

Sebelum melakukan Tiban, masyarakat jg akan melaksanakan sembahyang Istisqa (shalat meminta hujan).

Menurut tokoh masyarakat Wajak, Lor Sayuti yg jg sbg landang (wasit) Tiban, kisah Tiban itu berawal para era Tumenggung Surontani II.

Saat itu, anak kandungnya, Dewi Roro Pilang dihamili Senopati dari Kerajaan Mataram, yaitu Gusti Panembahan.

Mendengar peristiwa tersebut, Tumenggung Surontani II murka & memerintahkan senopatinya untuk meminta pertanggungjawaban Gusti Penembahan.

Sambil menanti kabar, Surontani mengadakan pertunjukan adu kekuatan yg sekaligus sbg hiburan rakyat.

Pertunjukan tersebut dinamakan 'Tiban'.

Sebenarnya, pertunjukan itu merupakan taktik dia untuk mencari bibit prajurit kuat yg dipersiapkan untuk menghadapi serangan.

Sementara itu, Gusti Panembahan sangat marah ketika Temenggung Surontani mengirim senopatinya untuk meminta pertanggungjawaban.

Akhirnya, ia pun mengirimkan pasukan untuk menyerang Ketemenggungan Wajak.

Menurut Sayuti, dari kisah itulah masyarakat Wajak menjadikan Tiban sbg tradisi di daerahnya.

Bahkan, tradisi tersebut sudah mendarah daging dlm tubuh masyarakat Wajak.

Namun demikian, seiring berjalannya waktu, Tiban mempunyai tujuan yg berbeda dari tujuan pertama kali diadakannya.

Sayuti yg merupakan Purnawirawan TNI Yonif 511 itu jg menceritakan Tiban pada zaman penjajahan Belanda.

Masyarakat yg masih terus melaksanakan Tiban sangat mendapat dukungan dari Pemerintah Belanda.

Menurut dia, ada dua faktor yg membuat Belanda mendukung tradisi itu, yakni, sbg alat adu domba & kekaguman atas kekuatan orang-orang Jawa.

Baca Juga : Legenda Sukabumi, Kutukan Wanita Cantik & Kesetiaan Seorang Pria | Solid Gold Berjangka

Sayuti menjelaskan, setiap Tiban memerlukan persiapan yg matang.

Sebelum hari pelaksanaan, para petarung Tiban akan melakukan beberapa ritual.

Pada malam sebelum hari pelaksanaan, mereka harus tidur di dekat makam para pendiri daerah Wajak, khususnya kuburan Tumenggung Surontani II.

Selanjutnya, mereka akan melakukan upacara 'Ngedus Kucing', yaitu siraman dgn air kembang spiritual dgn bacaan mantra-mantra.

Tradisi itu bisa diikuti siapa saja yg mempunyai keberanian tinggi, biasanya akan didominasi keturunan dari pelaksana Tiban terdahulu.

Tetapi, tidak jarang jg jagoan Tiban muncul dari kalangan mayarakat umum.

Para petarung akan mencambuk secara bergiliran.

Saat itu, lawannya hanya boleh mengelak atau menangkis cambukan dgn ujung cambuk miliknya.

Untuk aturan main, Sayuti melanjutkan, masing-masing petarung harus bertelanjang dada & daerah itulah yg boleh dicambuk.

Bila terjadi pelanggaran, hanya wasit yg memberi keputusan.

Bagi seorang petarung Tiban, meski tubuhnya penuh dgn luka cambukan, mereka tidak akan mundur sebelum benar-benar tidak berdaya.

Mereka pun seringkali disanjung-sanjung sbg jagoan yg tidak kenal takut.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Parebut Seeng, Kesenian Adu Tangkas Jawara | PT Solid Gold Berjangka
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Kesenian tradisional Parebut Seeng ataut Tepak Seeng merupakan kesenian tradisional dari wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Parebut Seeng biasanya ditampilkan dlm rangkaian upacara adat pernikahan.

Dilihat dari asal kata, parebut berarti saling berebut.

Sedangkan seeng merupakan alat dapur yg biasanya dipergunakan untuk menanak nasi atau mengukus makanan.

Jadi, parebut seeng berarti memperebutkan alat dapur dlm rangkaian acara pernikahan.

Sekitar tahun 1925, salah seorang warga Sindangbarang bernama Ujang Aslah bermukim di Cimande & belajar pencak silat aliran Cimande.

Kala itu, Sindangbarang bagian dari Kecamatan Ciomas.

Selain pencak silat, di sana ia jg belajar kesenian Parebut Seeng.

Setelah lima tahun di Cimande, ia kembali ke kampung halaman & mengajarkan hasil bergurunya itu kepada salah satu keturunannya, yakni Ukat S.

Ukat pun sama, ia jg mengajarkan aliran pencak & kesenian tersebut ke berbagai kalangan di sekitar daerah Pasir Eurih.

Sejak tahun 1950-1970-an, pencak silat aliran Cimande--berikut atraksi Parebut Seeng--berkembang & menyebar ke berbagai tempat.

Atraksi ini kemudian disusupkan dlm upacara adat nikah, setelah kedua belah pihak memperkenalkan diri.

Tradisi ini kemudian dipakai untuk menguji calon pengantin pria, apakah dia benar-benar lelaki perkasa atau bukan.

Pihak keluarga calon pengantin wanita mengajukan tantangan.

Akad nikah hanya bisa dilaksanakan jika pihak calon pengantin pria dapat merebut seeng yg dibawa oleh salah seorang pesilat jawara dari pihak wanita.

Tapi tenang saja, pengantin pria tidak perlu turun langsung karena dia bisa diwakili pesilat jawara untuk merebut seeng tersebut.

Baca Juga : Cerita di Balik Mitos Pohon Jodoh di Kebun Raya Bogor | PT Solid Gold Berjangka

Kedua petandang maju ke kalangan, memasang kuda-kada.

Sebelum beradu ketangkasan, mereka terlebih dahulu akan memperlihatkan jurus-jurus silatnya.

Baru, setelah itu mereka akan saling pukul, saling tendang, & masing-masing berusaha untuk menangkis & menghindar setiap serangan lawan.

Jawara yg satu berusaha untuk mempertahankan seeng yg digendong, sedangkan jawara yg satunya lagi berusaha untuk merebutnya.

Pergulatan itu akan berakhir jika jawara dari pihak pria merebut atau menyentuh seeng yg digendong pesilat pihak perempuan.

Setelah pertandingan selesai, acara pun dilanjutkan dgn seserahan, yakni menyerahkan calon pengantin pria & seluruh barang yg dibawaannya ke pihak pihak calon pengantin wanita.

Barang-barang yg dibawa antara lain berupa makanan yg ditandu dlm dongdang, alat-alat dapur, pakaian, kambing, kayu bakar, sirih-pinang, & sebagainya.

Setelah itu barulah akad nikah dilaksanakan.

Setelah akad nikah selesai, biasanya dilanjutkan dgn ngeuyeuk seureuh, & sawer panganten, yg kemudian dilanjutkan dgn acara hiburan berupa tari-tarian Pencak Silat gaya aliran Cimande.

Namun kini, kesenian tradisi itu sudah jarang ditemui, karena menganggap terlalu rumit.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Sejarah Tuak, Minuman Keras Tradisional Khas Indonesia | PT Solid Gold Berjangka
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Tuak merupakan minuman beralkohol tradisional hasil racikan masyarakat pesisir Indonesia.

Minuman yg dikenal akrab dgn budaya pribumi jauh sebelum masa kolonial Belanda ini,  ternyata menyimpan sejarah panjang & sangat tersohor.

Minuman ini terbuat dari hasil fermentasi dari bahan minuman buah mengandung gula.

Tuak dibuat dari bahan baku beras atau cairan yg diambil dari tanaman spt nira kelapa atau aren, legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain.

Awalnya, penghasil tuak adalah Tuban, Jawa Timur.

Konon menurut cerita tutur masyarakat setempat, tradisi membuat tuak ini sudah ada sejak beradab-abad silam.

Bahkan ada yg langsung menyebut tuak telah ada sejak abad ke-9 masehi, ketika orang Tar-Tar dari Mongolia mengalahkan tentara Kerajaan Daha (Kediri).

Orang-orang Tar-Tar itu kemudian singgah di Tuban & merayakan pesta kemenangan dgn minum tuak & arak.

Pada masa keemasan Kerajaan Singasari, Raja Kertanegara pun gemar meminum tuak untuk perayaan-perayaan kerajaan.

Ilmuan Jepang, Shigerhiro Ikegami dari Universitas Shizuoka pernah menuliskan tradisi produksi & minum tuak pada Komunitas Adat Batak.

Diceritakan olehnya, Komunitas Adat Batak Toba menggunakan tradisi minum tuak dlm acara-acara keagamaan yg telah berlangsung lama, dari generasi ke generasi.

Bahkan dlm tradisi Batak Toba, wanita yg baru saja melahirkan diwajibkan untuk minum tuak dlm ukuran terbatas.

Baca Juga : Cerita Batu Saksi Misteri Pembunuhan Keluarga Raja Mataram | PT Solid Gold Berjangka

Sementara di komunitas adat lainnya spt beberapa suku di Bali & Lombok memiliki kebiasaan minum-minuman beralkohol.

Dari bukti foto-foto lama, terutama pada masa kolonial Belanda, penjual tuak berkeliaran di pasar-pasar & perkampungan warga di Jawa, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Bali, & berbagai tempat di Nusantara.

Bahkan ada pula yg membangun kedai khusus menjual tuak.

Namun keberadaan warung tuak & penjaja tuak keliling sekarang ini hanya tinggal sejarah.

Sejak Belanda masuk ke Nusantara & membawa minuman beralkohol lainnya, pamor tuak pun kian meredup.

Ditambah pemerintah dilarang mengonsumsi minuman ini pada masa itu.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Asal-usul Julukan Putra Sang Fajar Bung Karno | PT Solid Gold Berjangka
Category: General

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Presiden pertama RI Soekarno memiliki banyak julukan.

Salah satunya dia disebut sebagi 'Putra Sang Fajar'.

Bung Karno menceritakan ini di otobiografinya–Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat yg disusun Cindy Adams.

Dalam buku tersebut dituliskan, pada suatu pagi, Soekarno menghadap ke arah timur.

Ibunda Bung Karno yg bernama Ida Ayu Nyoman Rai, duduk di beranda rumahnya yg kecil di Surabaya, Jawa Timur.

Kemudian berkata.

"Engkau sedang memandangi fajar, Nak."

"Ibu katakan kepadamu, kelak engkau akan menjadi orang yg mulia."

"Engkau akan menjadi pemimpin dari rakyat kita, karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi di saat fajar mulai menyingsing," kata ibunda Soekarno.

Baca Juga : Aksi Koboi di Jl Sudirman Bermula Dari Saling Pandang | PT Solid Gold Berjangka

Orang Jawa punya suatu kepercayaan, jika bayi dilahirkan saat matahari terbit, nasibnya telah ditentukan terlebih dulu.

Bung Karno memang lahir saat fajar menyingsing.

"Jangan sekali‐kali kaulupakan, Nak! Engkau ini putera dari Sang Fajar," ucap ibunda Bung Karno.

Dalam buku disebutkan, ketika itu pula Bung Karno yakin betul bahwa dia akan menjadi penerang di zaman yg sedang gelap.

"Bersamaan dgn kelahiranku menyingsinglah fajar dari suatu hari yg baru & menyingsing pulalah fajar dari satu abad yg baru."

"Karena aku dilahirkan di tahun 1901," kata Bung Karno.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Menelisik Kembali Jejak Sejarah Keraton Surabaya yg Hilang | PT Solid Gold Berjangka
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Berbicara tentang keraton, hal pertama yg terpikir sudah pasti Yogyakarta atau Keraton Surakarta di Solo.

Tapi siapa sangka jika kota metropolitan spt Surabaya pernah memiliki sebuah keraton.

Tak banyak yg tahu, bahwa kota terbesar kedua di Indonesia ini ternyata pernah menjalankan pemerintahan keraton.

Tentu asing di telinga, bahkan dlm buku sejarah sekolah hampir tidak disebutkan sama sekali Keraton Surabaya.

Cerita singkat jejak sejarah Keraton Surabaya berawal dari pertempuran sengit antara tentara Mongol dgn Raden Wijaya.

Pertarungan itu dimenangkan oleh Raden Wijaya.

Semenjak tahun 1293, Hujung Galuh berganti menjadi Curabhaya yg berarti keberanian menghadapi bahaya & sistem pemerintahannya pun berubah menjadi kerajaan atau kekeratonan.

Tahun berlalu, Surabaya pun menjadi kawasan yg tangguh.

Letak yg strategis karena dekat laut, daerah yg dipimpin Pangeran Jayalengkara itu jadi incaran Kerajaan Mataram.

Puncak kejayaan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung, Surabaya menjadi satu-satunya daerah yg tidak bisa ditaklukan, karena pertahanannya yg begitu kuat.

Serangkaian penyerbuan dilakukan pada 1620-1625, namun gagal.

Sebab Keraton Surabaya dikelilingi tembok setinggi empat meter sehingga musuh selalu kesulitan untuk menembusnya.

Walau sering gagal, Sultan Agung tak menyerah.

Ia melemahkan keraton Surabaya dgn menyerang sekutu dari ibu kota Jawa Timur tersebut.

Sultan Agung kemudian mengirim pasukan untuk menyerang Sukadana, Kalimantan Selatan, yg selalu memberikan bantuan pasukan ke kota Surabaya.

Ia jg mengirim pasukan untuk menyerang Pulau Madura yg dianggap sbg aliansi Surabaya.

Setelah dianggap lemah, pada tahun 1625, penyerbuan besar-besaran ke Surabaya mulai dilakukan.

Walaupun Pangeran Pekik, anak dari Pangeran Jayalengkara, telah berhasil memertahankan kota & memukul mundur pasukan Mataram itu hingga Wirosobo, namun Mataram tetap tidak kehabisan akal.

Pasukan Mataram lantas membendung Kali Mas, anak Kali Brantas yg mengaliri kota & merupakan sumber utama kehidupan masyarakat Surabaya.

Caranya dgn menenggelamkan ratusan pohon kelapa yg ditopang oleh bambu, kemudian setiap pohon kelapa diberinya bangkai binatang.

Akibatnya, Surabaya menjadi kekurangan air bersih & krisis pangan.

Hanya sedikit air yg mengalir, pun sudah tercemar dgn bangkai.

Tak sedikit penduduk yg mati kelaparan & terkena wabah penyakit.

Baca Juga : Soekarno & Cerita Seks Penjara Sukamiskin Bandung | PT Solid Gold Berjangka

Tidak tega melihat penderitan rakyatnya, Pangeran Jayalengkara pun pergi menemui Tumenggung Mangunoneng, Panglima Mataram, untuk meminta bendungan tersebut dibongkar.

Pada peristiwa inilah Pangeran Jayalengkara memutuskan untuk menyerah.

Sejak saat itu pula Surabaya menjadi milik Mataram.

Usai Mataram berhasil menguasai, sisa kejayaan Keraton Surabaya semakin tampak saat Belanda mulai masuk.

Surabaya pun jatuh ke tangan penjajah Belanda pada 1755.

Pusat pemerintahan yg semula merupakan keraton pun diganti, bahkan sisa-sisa keraton dibabat habis oleh Belanda.

Walau hampir tak tersisa lagi bukti & jejak sejarah dlm bentuk monumen, berbagai literatur sejarawan Surabaya & Belanda memperkirakan jika Keraton Surabaya dahulunya meliputi kawasan Kebonrojo sbg Taman Keraton, Tugu Pahlawan sbg alun-alun Utara & Alun-alun Contong merupakan bagian Alun-alun Selatan.

Namun ada satu-satunya bangunan peninggalan fisik Keraton Surabaya yg masih tersisa & diyakini sbg gerbang Keraton.

Namun sebagian orang percaya jika gapura setinggi kurang lebih empat meter tersebut merupakan sebuah tempat pengintaian jg bagian kecil dari gerbang Keraton Surabaya.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Catur Piwulang, Warisan Sunan Drajat untuk Masyarakat Jawa | SOLID GOLD
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Sunan Drajat merupakan salah satu wali dari sembilan wali (Wali Songo) di Tanah Jawa.

Beliau merupakan putra dari Sunan Ampel & bersaudara kandung dgn Sunan Bonang.

Sunan Drajat dikenal memiliki pemikiran yg sangat cerdas.

Dengan kecerdasannya, ia mampu menyebarkan ajaran Islam tanpa paksaan & melakukan penyesuaian dgn keadaan sosial budya masyarakat setempat.

Langkah tersebut terbukti jitu dlm merebut hati masyarakat Jawa.

Salah satu warisan Sunan Drajat yg paling dikenal adalah filosfi 'Catur Piwulang' atau 'empat ajaran'.

Petuah atau pesan yg ia tinggalkan bagi kaum muslim di tanah jawa ini berisi empat poin hasil pemikiran Sunan Drajat terkait aspek-aspek hubungan sosial masyarakat.

Petuah ini bahkan diyakini sbg salah satu tonggak terpenting dlm pembentukan karakterk masyarakat Jawa pada umumnya.

Berikut adalah empat poin isi Catur Piwulang:

1. Menehana teken marang wong kang wuta.

Artinya, berilah tongkat kepada orang yg buta.

Bisa dimaknai bahwa kita sbg manusia harus rela membagi ilmu pengetahuan pada sesama.

Orang buta yg dimaksud oleh Sunan Drajat ialah seseorang yg kurang ilmu atau orang yg tak punya pendirian hidup.

2. Menehana pangan marang wong kang luwe.

Artinya, berilah makan kepada orang yg lapar.

Sunan Drajat berharap mereka yg memiliki harta berlebih sudah seharusnya berbagai rezeki kepada sesama yg membutuhkan.

Poin ini jg menegaskan bahwa manusia tak boleh sedikit pun menyimpan perasaan angkuh atau sombong.

Baca Juga : Cetbang, Senjata Majapahit Yg Bikin Tentara Eropa Kocar-kacir | SOLID GOLD

3. Menehana busana marang wong kang kaudanan.

Artinya, berikanlah pakaian pada orang yg telanjang.

Sunan Drajat mengutamakan bagi mereka yg memiliki busana atau berlebih harap memberikan pada orang yg tak mampu.

Hal tersebut khususnya membagi busana yg sesuai untuk menjalankan ibadah.

Selain itu, satu hal yg penting ialah kesusilaan seseorang merupakan tanggung jawab orang-orang sekitarnya.

4. Kenehana ngiyup marang wong kang kaudanan.

Artinya, berilah tempat teduh kepada orang yg kehujanan.

Dalam hal ini, Sunan Drajat mengingatkan agar mereka yg mampu memberi perlindungan pada sesamanya.

Terutama membantu atau menerima secara baik-baik orang-orang miskin untuk mendapatkan tempat tinggal yg layak.

Jika kita terbiasa melindungi orang lain, maka Allah akan melindungi kita.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Inilah Orang Melayu Pertama yg Berhasil Keliling Dunia | SOLID GOLD
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Christopher Columbus, Vasco da Gama, & Ferdinand Magellan disebut-sebut orang yg pertama kali berhasil mengelilingi dunia.

Mereka bertiga merupakan penjelajah dunia dari Eropa.

Ternyata tidak hanya orang Eropa saja yg bisa mengelilingi dunia.

Orang Indonesia bernama Enrique Maluku disebut-sebut merupakan salah satu orang pertama yg bisa mengelilingi dunia.

Enrique Maluku memiliki beberapa julukan yakni Panglima Awang, Henry The Black, & Enrique of Malacca.

Sejak tahun 1400-an, dia sudah berhasil menjelajahi beberapa benua.

Pada 7 April 1521, Enrique bersama kelompoknya telah melengkapi putaran 360  derajat mengelili Bumi bersama armada laut Spanyol di Kapal Victoria.

Saat itu dia berhasil mendarat di Filipina. Namun saat itu terjadi tragedi mengenaskan. Dia tewas di sana.

Enrique disebut-sebut pelaut pertama di Nusantara yg berhasil mengelilingi dunia.

Enrique adalah sosok asli Ambon yg sejak kecil sudah punya ambisi besar.

Hidupnya dimulai dgn cara keras lewat pilihannya menjadi seorang kuli angkut rempah-rempah spt pala & cengkih.

Sejak usia 10 tahun dia memutuskan untuk meninggalkan Ambon & ikut ke mana pun kapal yg ditumpanginya pergi.

Akhirnya & singgah ke banyak tempat.

Karena pengalaman tersebut, akhirnya Enrique menguasai banyak bahasa.

Merasa memiliki kemampuan tersebut, akhirnya keinginan Enrique untuk menjelajah dunia semakin tinggi.

Akhirnya, Enrique yg merupakan seorang keturunan Melayu tersebut tergabung dlm awak kapal Ferdinand Magellan & mulai melakukan pelayaran mengelilingi dunia.

Saat itu, Enrique bertugas sbg penerjemah & pembantu di dlm kapal pimpinan Ferdinand Magellan.

Pelayarannya dimulai dgn memasuki Samudera Atlantik, kemudian terus berlayar menuju Brasil, & berlanjut ke arah pantai Amerika Selatan.

Mereka menemukan jalan tembus menuju Pasifik saat menemukan muara Rio de la Plata yg memisahkan Argentina dgn Uruguay.

Banyak sekali tantangan dlm ekspedisi menemukan Kepulauan rempah-rempah tersebut.

Mulai dari cuaca yg buruk, pemberontakan para awak kapal hingga penolakan penduduk setempat.

Belum lagi penolakan dari para penguasa tempat-tempat yg mereka singgahi.

Baca Juga : Legenda Kakek Pertapa di Curug Kakek Bodo | SOLID GOLD

Enrique sebenarnya merupakan sosok yg cemerlang di zamannya.

Karena mahir berbagai bahasa tadi, Enrique diangkat jadi asisten Ferdinand Magellan.

Enrique adalah sosok yg sangat dibutuhkan oleh Ferdinand Magellan dlm menemukan Maluku dari rute barat.

Bahkan, kepandaian Enrique dlm menguasai berbagai bahasa juga membuat Raja Charles I merasa kagum.

Antonio Pigafetta adalah salah satu dari 18 awak kapal yg dipimpin oleh Ferdinand Magellan.

Dalam kisahnya, Antonio sering bersama-sama dgn Enrique.

Jarak pelayaran yg mereka tempuh adalah 80.340 kilometer sejak 20 September 1519 hingga 6 September 1522 atau sekitar 3 tahun.

Pada 27 April 1521, Enrique tiba di Filipina di sana terjadi tragedi Mactan.

Ferdinand Magellan terlibat pertempuran & tewas.

Setelah majikannya meninggal, Enrique menghadiri jamuan damai oleh penguasa Mactan bernama Raja Humabon.

Saat itu, Enrique dicurangi, dia tewas diracun bersama para anak buah Magellan yg lain.

Saat itu hanya, tersisa 17 awak kapal yg selamat.

Di bawah pimpinan Sebastian Elcano, mereka kembali ke Sanclucar de Barrameda Spanyol pada September 1522, & kemudian kapal Victoria pun dijual pada pengusaha.

(Prz - Solid Gold)

Keris 'Sabuk Inten' dari Kabupaten Bantul Ini Akan Dibuatkan Hologram | SOLID GOLD
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY melakukan ekskavasi di kawasan Pleret tahun 2010 lalu untuk menemukan sebuah keris luk sebelas sabuk inten.

Kini, 7 tahun kemudian, keris yg diperkirakan dibuat pada masa Sultan Agung ini bakal dibuatkan hologram untuk dipamerkan pada masyarakat luas.

Kasi Promosi & Inovasi Bidang Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY Budi Husada mengatakan pembuatan hologram 3 dimensi tersebut dimaksudkan untuk memudahkan proses publikasi pada masyarakat secara luas.

Karena, keris pamor beras wutah dgn tangguh Mataram ini diperkirakan berusia sangat tua & tak banyak dimiliki orang pada masa pembuatannya dahulu.

"Menurut penelitian, keris luk sebelas sabuk inten digunakan bukan sembarang orang namun hingga kini masih dikaji siapa yg memilikinya, pejabat setingkat apa."

"Filosofi keris sabuk inten ini lebih melambangkan kemakmuran sehingga memang kemungkinan besar dimiliki pejabat," kata Budi Husada.

Kata dia, kini tengah dilakukan proses pembuatan hologram oleh tim Disbud DIY untuk dipamerkan dalam sebuah agenda di Jogja City Mall (JCM) pada 17-21 Mei 2017.

Baca Juga : 3 Keunikan yg Hanya Dimiliki oleh Kabupaten Mimika | SOLID GOLD

"Kita ingin menunjukkan pada masyarakat bahwa hasil temuan ini bisa menambah koleksi museum," ucap Budi.

Staf Bidang Permuseuman Disbud DIY Yashika menceritakan bahwa keris ini ditemukan oleh seksi purbakala Disbud DIY saat melakukan ekskavasi di Pleret tahun 2010 lalu.

Setelah ditemukan, keris diserahkan ke Sonobudoyo namun kemudian diberikan ke Museum Pleret, Kabupaten Bantul karena lokasi penemuan berada di sana & menjadi tambahan koleksi di museum tersebut.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

Filosofi Mendalam Arakan Barong Suku Using | SOLID GOLD
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Setiap suku di Indonesia punya cara tersendiri untuk merayakan hari bahagianya spt pernikahan.

Misalnya saja tradisi pernikahan dalam masyarakat adat Using, Desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Dalam setiap pernikahan masyarakat Using pasti akan diadakan pertunjukan arakan barong untuk melengkapi iring-iringan pasangan pengantin menuju rumah.

Sebab barong mengajarkan filosofi membangun rumah tangga yg bahagia.

Ketua Sanggar Barong Sapu Jagat, Sucipto mengatakan, setiap warna hingga desain kelengkapan barong memiliki makna filosofi mendalam untuk kehidupan rumah tangga si pengantin baru.

"Misalnya barong berwarna merah, putih, hijau, kuning, & hitam."

"Merah berarti berani, putih mengendalikan hawa nafsu agar bersih hatinya."

"Lalu hijau menggambarkan seorang petani di Desa Kemiren."

"Kuning, bila kawin jangan lagi-lagi (selingkuh) & hitam melambangkan kelanggengan," ujar Sucipto.

Kemudian dia melanjutkan barong memiliki sayap & bermulut lebar bukan menunjukkan rasa lapar atau serakah, melainkan dituntut mandiri mencari nafkah.

Selain itu, barong jg memiliki kumis yg bermakna bila ditanya oleh seseoranng, tidak boleh cuek.

"Sungut barong bermakna dalam berumah tangga saat menerima tamu dari manapun tidak boleh cemberut."

"Di atas ada kelingnya, warna kuning, artinya tidak boleh iri dengki dgn tetangga bilamana bisa beli suatu apapun, merasalah bahagia," kata dia.

Baca Juga : Misteri Makam Prabu Angling Dharma | SOLID GOLD

Sucipto mengatakan ada bagian barong yg menggambarkan kehidupan masyarakat agraris.

Keling garuda yg menghadap ke belakang, mengajarkan agar selalu memikirkan kelangsungan hidup keturunan.

"Ibarat spt kalau punya sawah jangan dihabis-habiskan, pemain barong di belakang sedang mengintip."

"Jadi Kalau kau habis-habiskan itu anak cucumu di belakang makan apa," tuturnya.

Terakhir, ada slebrak berwarna putih di bagian bawah barong sbg simbol persatuan & jalinan silaturahmi.

"Anak, cucu, mantu, canggah dikumpul jadi satu, menjadi slebrak yg putih di bawah."

"Bersatulah kamu semua, bercerai akan runtuh. Jadi hatinya harus putih kayak slebrak," ujar dia.

Dalam iringan pengantin yg menanggap barong, pasangan suami-istri akan diantar oleh rombongan kurang lebih sepanjang 200 meter.

Pada bagian rombongan depan, dipimpin oleh macan-macanan, pitik-pitikan, barong, dua anak Laki-laki & perempuan yg masing-masing menunggangi kuda.

Ada jg yg membawa serangkaian perlengkapan alat dapur baru kemudian diikuti dua pasangan pengantin yg diarak di atas keranda kuda.

(Prz - Solid Gold)

SOLID GOLD | Pohon Dewandaru Gunung Kawi Dipercaya Bisa Datangkan Rezeki
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Masyarakat Jawa, khususnya di Malang, Jawa Timur, mengenal Gunung Kawi sbg sumber cerita mitosnya.

Di pesarean Gunung Kawi, terdapat sebuah pohon yg cukup terkenal dapat membawakan rezeki, yaitu pohon Dewandaru (Eugenia Uniflora).

Banyak orang yg berkunjung ke Gunung Kawi hanya sebatas berwisata religi ke makam Eyang Djoego & R.M Iman Soedjono.

Tapi banyak jg mereka yg  datang ke pesarean Gunung Kawi untuk melakukan pesugihan atau mencari kekayaan.

Tidak sedikit yg percaya, pohon Dewandaru di sana dapat mempermudah jalan pesugihan itu.

Konon jika ada yg kejatuhan daun, ranting atau buah pohon tersebut, maka akan dipermudah jalan rezekinya.

Namun, menurut Sekretaris Yayasan Gunung Kawi, Hari Priatin Aji, hal itu kembali lagi kepada kepercayaan masing-masing.

“Kalau tidak kerja keras, mau ketiban pohonnya jg, tetap saja tidak akan mendapatkan rezeki," kata Hari.

Baca Juga : Gegel Jubleg, Perpaduan Seni & Ilmu Kanuragan dari Kabupaten Garut | SOLID GOLD

Ia menjelaskan, banyak orang yg datang untuk bersemedi di bawah pohon Dewandaru itu.

Lamanya pun bervariasi, mulai dari perhari hingga berbulan-bulan lamanya.

Menurut Hari lagi, tidak ada yg tahu asal usul pohon tersebut.

Ada yg mengatakan pohon ini adalah tongkat R.M Iman Soedjono yg ditancapkan hingga menjadi pohon.

Selain itu, adapula yg mengatakan bahwa pohon itu sengaja ditanam agar masyarakat di kawasan Gunung Kawi bisa hidup sejahtera.

"Terlepas dari itu, yg jelas usia pohon tersebut sangat tua, mencapai ratusan tahun," ujarnya.

Pohon Dewandaru ini terletak di areal makam Eyang Djoego & R.M Iman Soedjono, dgn dikelilingi oleh pagar besi kurang lebih sekitar 2 meter.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

SOLID GOLD | Keindahan Tersembunyi di Pulau Nusakambangan
Category: General
Tags: pt solid gold berjangka www sg berjangka com solid gold solid gold berjangka sg berjangka pt solid gold pt solid group pt solid web solid pt

PT SOLID GOLD BERJANGKA - Berbicara mengenai Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah, yg terlintas di benak semua orang adalah "rumah" bagi para penjahat kelas kakap.

Namun tak banyak yg tahu, bahwa di balik keangkeran itu, Nusakambangan justru menyimpan seribu keindahan alam tak terkira.

Wilayah yg dikelilingi lautan itu bahkan memiliki sejarah panjang.

Dan sejumlah destinasi wisata tersembunyi menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yg datang.

Salah satunya adalah wisata pantai pasir putih.

Orang sering menyebut pantai itu sbg surga pulau Nusakambangan.

Persis spt namanya, pantai yg berada paling Timur Nusakambangan ini memiliki pasir putih yg teramat lembut.

Ditambah, hutan tropis yg melingkupinya masih sangat rimbun & alami, kian menambah teduhnya pulau tersembunyi itu.

Semilir embusan angin di sepanjang pantai ini, memiliki daya tarik luar biasa.

Lengkap dgn bebatuan karang & lalu lalang perahu nelayan yg silih berganti, semakin membuat mata Anda enggan berkedip. Sungguh indah.

Namun surga wisata Pantai Pasir Putih masih tidak semua orang mengenalnya.

Sebab, letaknya yg berada di pulau tersendiri membuat orang enggan untuk singgah ke sana.

Padahal, tidak butuh waktu & merogoh kocek tebal agar kaki bisa sampai ke sana.

Wisatawan hanya perlu datang ke Pantai Teluk Penyu yg berjarak enam kilometer dari Pantai Pasir Putih Nusakambangan.

Anda bisa menyewa perahu nelayan yg sudah standby di pesisir Teluk Penyu.

Untuk biaya sewa hanya Rp35 ribu per orang.

Jarak dari pusat Kota Cilacap ke Pantai Teluk Penyu hanya 3 kilometer.

Untuk menyeberang ke Pulau Nusakambangan hanya membutuhkan waktu 15 menit.

Sedangkan untuk masuk ke pantai kita perlu membayar Rp 5.000 per orang.

Baca Juga : Tedak Siten, Tradisi Unik Terhadap Bayi dari Jawa Tengah | SOLID GOLD

Ada dua pantai Pasir Putih di Nusakambangan.

Meski letaknya tidak terlalu jauh, tapi Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit menelusuri hutan Nusakambangan dari pantai pertama di sisi Timur menuju sisi Barat yg disebut Pantai Karang Pandan.

Jangan kaget, saat Anda memasuki hutan, mata kita akan dibuai sebuah benteng tua berumur ratusan tahun.

Namanya benteng Karang Bolong.

Konon, benteng panjang & dalam yg ditumbuhi pepohonan semak belukar itu merupakan tempat singgah & bertapa orang penting zaman dulu.

Meski telah dimakan usia, tetapi benteng peninggalan Belanda itu masih berdiri kokoh & menyisakan nilai mistis di benak para pengunjung yg datang.

Di tambah lagi, adanya berbagai pepohonan rimbun yg turut menambah suasana sunyi di wilayah itu.

Namun rasa tegang akan hilang, ketika memasuki wilayah luar benteng.

Di mana keindahan pantai Pasir Putih kedua yg disebut Pantai Karang Pandan hadir & memanjakan mata.

Keindahan lain pantai Karang Pandan adalah adanya air terjun bernama "Grojogan Sewu" yg berada di sisi kanan pantai.

Lokasinya sangat dekat dgn pantai namun mengalirkan air tawar yg jernih & segar.

Biasanya, para wisatawan yg berenang di pantai langsung membilasnya di air terjun yg memiliki 1000 tanjakan ke atas bukit Nusakambangan itu.

(Prz - PT Solid Gold Berjangka)

RSS

Blog Categories
Recent Comments
No one has commented recently

This website is powered by Spruz